Di kabupaten Khogyani, Propinsi Nangahar 4 sekolah negeri telah dilibatkan dalam Program Pendidikan Berkualitas Swedia-Norwegia (SCS-N). Salah satunya Sekolah Bar Behar untuk anak perempuan dengan 902 siswa. Khogyani dianggap sebagai kabupaten yang konservatif yang terletak di bawah Pegunungan Spin Gar dan gua-gua Tora Bora dimana pertikaian yang sengit terjadi pada masa kejatuhan pemerintahan Taliban.
Pertama kali saya mengunjungi sekolah ini adalah di bulan Februari 2006, dan diterima oleh sekitar 250 siswa, tetua desa dan semua guru. Mereka telah menyiapkan program yang bagus untuk kami di bawah pohon di ladang dekat mesjid. Ladang tersebut juga dipakai untuk halaman sekolah untuk siswa.
Tergetar hati saya melihat betapa semangat siswa-siswa yang datang ke kegiatan ini walau faktanya mereka berada di tengahliburan musim dingin. Dan kekaguman saya meningkat ketika 3 anak perempuan yang lebih tua, setelah selesai membaca puisi tentang kebutuhan akan pengetahuan, menyatakan hak mereka atas pendidikan dengan syarat kesetaraan seperti anak laki-laki, di depan semua tetua dan pejabat. Mereka juga menyebutkan betapa sulit belajar tanpa ada naungan atap di atas kepala mereka.
Kemudian saya mengetahui bahwa salah satu dari tetua Malik Abdul Qayom dan keluarganya pada kesempatan ini memutuskan untuk memberikan sumbangan 2 gerib = 60 yard persegi tanah sehingga kami bisa membangun sekolah yang layak untuk anak perempuan.
2 bulan kemudian, saya menyebutkan situasi di Bar Behar dalam sebuah pertemuan dengan Bernt Aasen, kepala UNICEF Afghanistan. Beliau langsung mengirimkan kepala departemen pendidikannya ke Jalalabad. Pada pertemuan tersebut kami dapat menyerahkan sebuah surat dari para tetua Bar Behar, yang memohon bantuan untuk pembangunan sebuah bangunan sekolah. Mereka berjanji menyediakan tenaga kerja dan bahan-bahan yang senilai dengan 30% biaya bangunan, dan sertifikat tanah yang telah ditandatangani telah disediakan oleh Malek Qayom dan keponakannya Noorullah, yang merupakan kepala Asosiasi Orangtua, Guru dan Siswa.
Hari ini sekolah hampir selesai, dengan sebuah sumur untuk air minum yang aman dan kakus atau toilet yang sangat diperlukan. Sebuah dinding pelindung akan menjamin bagi anak perempuan kemungkinan untuk melanjutkan pendidikan mereka sampai kelas 12 serta rekrutmen 4 guru perempuan.
Peningkatan jumlah sekolah yang didukung masyarakat dan berbasis masyarakat - khususnya anak perempuan - telah sangat mendorong di Afghanistan. Prospeknya baik jika anak perempuan mampu mengakui hak asasi yang setara dan masyarakat mereka dapat memberikan lingkungan belajar yang aman yang mereka perlukan.
Jumat, 17 Oktober 2008
Cerita tentang Keinginan Kuat untuk Pendidikan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar